DHARMASRAYA | Siletperistiwa.com – Di tengah bencana banjir bandang yang masih mengancam sejumlah wilayah di Sumatera Barat, aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik illegal logging justru terus berlangsung tanpa hambatan.
Salah satu tumpukan kayu gelondongan terlihat mencolok dan tertata rapi, diduga menunggu untuk diangkut menggunakan truk colt diesel menuju sebuah sawmill yang disebut-sebut berada di Nagari sungai kambuik milik Wanperdana
Informasi lapangan menyebutkan bahwa aktivitas pengiriman kayu tersebut bukan terjadi sekali dua kali, melainkan berlangsung hampir setiap hari, bahkan pada malam hari. Untuk mengelabui petugas, kayu ditutup menggunakan terpal.
Sejumlah warga Ampek Koto Dibauah mengaku sudah sangat sering melihat truk bermuatan kayu melintas saat hari masih gelap.
”Setiap subuh ada saja truk lewat membawa kayu. Kayunya panjang-panjang. Hampir tiap hari kami lihat,” ujar Saiman, 64 tahun, warga setempat. pada Senin (8/12 2025)
Ia menyebut jalur yang dilalui truk itu hanya satu, sehingga pergerakan mereka mudah terlihat warga namun justru seolah tak pernah tersentuh aparat.
duga Berkontribusi Memperburuk Banjir Bandang
Warga mempertanyakan mengapa praktik tersebut seakan dibiarkan, terlebih saat pemerintah daerah tengah berjuang menangani bencana hidrologis yang beruntun terjadi di Sumatera Barat.
Pembalakan liar selama ini diyakini menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir bandang karena hilangnya vegetasi penahan air di hulu. Jika kerusakan hutan terus terjadi, warga khawatir wilayah mereka menjadi titik bencana berikutnya.
”Kalau hulu gundul dan air tak tertahan, siapa yang bertanggung jawab jika banjir bandang juga terjadi di sini?” keluh warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait maraknya aktivitas dugaan peredaran kayu ilegal ini.
Masyarakat berharap polisi segera menindak tegas para pelaku, mulai dari penebang, pengangkut hingga penampung kayu ilegal.
Warga juga mengingatkan bahwa truk bermuatan berat berpotensi merusak jalan provinsi, terlebih kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat risiko bencana seperti banjir bandang dan longsor semakin tinggi.
Penulis : Dika

Leave a Reply