PEKANBARU | SILETperistiwa.com – Ironi pembangunan masih dirasakan warga Kota Pekanbaru. Di tengah gencarnya program infrastruktur, Jalan Budi Mulya RT 02 RW 01, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, hingga kini belum pernah tersentuh pembangunan jalan oleh pemerintah.
Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah warga setempat kepada media ini, Sabtu (7/2/2026). Jalan yang menjadi akses utama menuju sekolah dan sejumlah rumah ibadah itu masih berupa tanah dan lumpur, serta belum pernah diaspal sejak Indonesia merdeka.
Menurut warga, jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat. Selain menjadi akses utama anak-anak menuju sekolah, di kawasan itu juga terdapat sedikitnya lima gereja yang setiap pekan dilalui jemaat. Namun hingga kini, perhatian pemerintah dinilai nihil.
Saat hujan turun, kondisi jalan berubah menjadi lumpur berat dan licin. Aktivitas anak-anak sekolah kerap terganggu, bahkan membahayakan keselamatan mereka. Warga mengaku sudah terlalu lama menanggung dampak dari pembiaran tersebut.
“Jalan ini sejak Indonesia merdeka belum pernah dibangun pemerintah. Padahal ini akses ke sekolah dan ke gereja-gereja,” ujar Lase, salah seorang warga setempat.
Warga juga mengungkapkan bahwa upaya administratif telah dilakukan. Mereka mengaku pernah menyurati DPRD Kota Pekanbaru agar persoalan tersebut mendapat perhatian. Namun hingga bertahun-tahun berlalu, tidak ada tindak lanjut yang mereka rasakan.
“Kami sudah menyurati wakil rakyat, tapi sampai hari ini tidak ada jawaban. Seolah-olah kami ini bukan warga yang perlu diperhatikan,” keluh warga lainnya.
Melalui pemberitaan ini, warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru tidak lagi menutup mata. Mereka meminta agar Jalan Budi Mulya dijadikan prioritas pembangunan, minimal dengan pengaspalan atau semenisasi agar akses pendidikan dan ibadah tidak terus terganggu.
“Dengan kepemimpinan Wali Kota yang baru, kami mohon jalan ini diprioritaskan. Anak-anak kami sudah terlalu lama menderita. Kami capek mengadu ke wakil rakyat tapi tidak ditanggapi,” harap warga.
Media ini telah menyampaikan keluhan masyarakat tersebut kepada Wali Kota Pekanbaru dengan melampirkan dokumentasi kondisi jalan. Sebagai respons, Wali Kota hanya membalas dengan stiker bertuliskan “SIAP”, tanpa keterangan lanjutan terkait kepastian waktu dan realisasi pembangunan tersebut.

Leave a Reply