Reses di Tengkerang Barat, Tekad Indra Catat Masalah Drainase dan Infrastruktur

PEKANBARU | Siletperistiwa.com – Permasalahan drainase hingga kondisi jalan rusak menjadi keluhan utama masyarakat saat Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Tengkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (11/4/2026).

Dalam agenda reses kedua masa sidang kedua tahun 2025/2026 tersebut, warga antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Keluhan paling dominan datang dari masyarakat terkait buruknya sistem drainase di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Jalan Todak dan sekitarnya.

Tekad menyampaikan bahwa warga di RW 04 RT 02 dan RT 06 mengeluhkan kondisi box culvert yang saat ini sudah tidak lagi berfungsi secara optimal. Posisi saluran yang lebih rendah dari badan jalan menyebabkan air sulit mengalir dan kerap tersumbat sampah.

“Banyak box culvert yang menghubungkan Jalan Todak ke jalan-jalan kecil seperti Jalan Gambolo, Jalan Kepiting dan Jalan Piranha itu sudah lebih rendah dari jalan. Akibatnya air tidak mengalir dan sering tersumbat sampah,” ujar Tekad.

Kondisi serupa juga ditemukan pada saluran yang menghubungkan Jalan Duyung ke Jalan Todak. Menurutnya, banyak drainase yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan genangan saat hujan turun.

Selain itu, masyarakat juga mengadukan belum adanya saluran drainase di salah satu sisi Jalan Beledang yang menjadi akses penghubung Jalan Todak dan Jalan Duyung.

“Warga berharap box culvert ini bisa dibongkar dan diganti dengan ukuran yang lebih besar agar aliran air kembali lancar,” katanya.

Keluhan yang lebih serius disampaikan warga RW 05 RT 01 yang berada di belakang RSIA Andini dan Hotel Royal Asnof. Di kawasan tersebut, sistem drainase disebut sangat buruk karena air tidak memiliki saluran pembuangan keluar.

“Drainasenya tidak terhubung ke Jalan Todak, Jalan Nangka, maupun Jalan Paus. Akibatnya air hanya berputar di situ saja, bahkan sudah seperti kolam, airnya hijau dan kumuh,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi itu cukup memprihatinkan mengingat lokasinya berada di kawasan perkotaan. Selain berpotensi menjadi sumber penyakit, genangan air juga mengganggu aktivitas warga.

“Kalau hujan, air bisa sampai semata kaki bahkan sepinggang. Ini tentu sangat mengganggu aktivitas warga,” jelasnya.

Selain persoalan drainase, masyarakat juga mengadukan kondisi jalan berlubang di Jalan Todak yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Tekad menegaskan seluruh keluhan masyarakat akan menjadi perhatian serius dan diperjuangkan di DPRD Kota Pekanbaru agar dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita. Kita akan dorong agar segera ada perbaikan, baik drainase maupun jalan, supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman dan terhindar dari banjir,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*