Bengkalis, Siletperistwa.com – Fajar yang masih muda menyelimuti suasana penuh harap ketika ratusan calon jemaah haji Kabupaten Bengkalis memulai perjalanan spiritual mereka.
Dalam keheningan subuh yang khidmat, langkah menuju Tanah Suci dimaknai bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan ilahi yang sarat kehormatan dan pengabdian.
Prosesi pelepasan Jemaah Haji Kloter 09 Rayon Mandau digelar di Masjid Arafah Duri, Kamis (30/04/2026), seusai Shalat Subuh berjamaah.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Misno, hadir mewakili Ketua DPRD, menyatu dalam barisan tamu undangan bersama unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jemaah yang larut dalam suasana haru.
Sebanyak 200 calon jemaah dari enam kecamatan Mandau, Pinggir, Batin Solapan, Talang Muandau, Rupat, dan Rupat Utara menjadi bagian dari total 399 jemaah haji Kabupaten Bengkalis tahun 1447 H/2026 M. Keberagaman asal wilayah itu berpadu dalam satu tujuan; menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh keikhlasan.
Pesan pemerintah daerah disampaikan melalui Camat Mandau, Riki Rihardi, yang mewakili Bupati Bengkalis. Ia menitipkan doa agar seluruh jemaah senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, dan keselamatan selama menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air.
“Penekanan pada pentingnya jaga kekompakan, saling membantu, dan patuhi arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” ujar Riki Rihardi.
H. Misno dalam sambutannya menegaskan makna mendalam dari perjalanan tersebut. “Keberangkatan ini merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT; jalankan setiap rangkaian ibadah dengan khusyuk dan penuh kesungguhan agar kembali dengan predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.
Gelombang emosi terasa kuat saat keluarga melepas keberangkatan para calon tamu Allah SWT. Tangis haru dan doa yang dipanjatkan mengiringi langkah mereka, menjadikan momen ini bukan hanya milik para jemaah, tetapi juga seluruh komunitas yang turut berharap pada keselamatan dan keberkahan perjalanan tersebut.
Penutup acara ditandai dengan doa bersama, sebuah simpul harapan agar seluruh jemaah mampu menunaikan ibadah dengan lancar, menjaga nama baik daerah, serta kembali ke Kabupaten Bengkalis dalam keadaan sehat.
Sepulang dari Tanah Suci, mereka diharapkan menjadi pembawa nilai-nilai keagamaan yang meneduhkan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.**(Zulfahmi/Humas).

Leave a Reply