Pekanbaru, Siletperistiwan.com – Riuh perbincangan publik mengemuka setelah sebuah video yang menampilkan adu argumen antara Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Pekanbaru dan seorang tokoh masyarakat beredar luas di media sosial.
Cuplikan tersebut dengan cepat memantik beragam tafsir, memperluas perhatian, sekaligus memunculkan kekhawatiran akan potensi gesekan di tengah masyarakat.
Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk mengingatkan pentingnya menjaga kejernihan sikap. Ketua DPW Forum Pemersatu Nasional (FPN) RI Riau, Syafri Teguh, menilai respons publik perlu diarahkan pada pendekatan yang bijak dan proporsional, bukan reaktif terhadap potongan informasi yang belum tentu utuh.
“Kita semua tentu menginginkan suasana yang damai dan kondusif. Perbedaan adalah hal wajar; namun jangan sampai menjadi pemicu perpecahan. Mari kita kedepankan adab, etika, dan semangat persaudaraan,” ujarnya. Jum’at (1/5/2026).
Ia menyoroti kecenderungan konten viral yang kerap terlepas dari konteks sebenarnya. Dalam lanskap digital yang serba cepat, menurutnya, klarifikasi atau tabayyun menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam kesimpulan yang prematur.
Pandangan serupa juga diarahkan kepada media massa dan pengguna media sosial. Penyajian informasi yang utuh, akurat, dan berimbang dinilai sebagai fondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah derasnya arus opini.
“Media dan publik memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga suasana tetap sejuk. Informasi yang belum jelas jangan sampai justru memperbesar persoalan,” kata Syafri.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen tokoh masyarakat, organisasi, hingga insan pers untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kearifan lokal Melayu yang menjunjung tinggi kesantunan, harmoni, dan penghormatan dalam menyelesaikan perbedaan.
Gelombang perhatian terhadap peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya literasi digital. Masyarakat diimbau lebih selektif dalam menyikapi dan menyebarkan informasi, serta menghindari narasi yang berpotensi memicu provokasi.
Harapan pun diarahkan pada penyelesaian yang mengedepankan dialog terbuka antar pihak terkait. Upaya menjaga kedamaian dan persatuan, sebagaimana ditekankan Syafri, bukan hanya menjadi tanggung jawab individu atau kelompok tertentu, melainkan komitmen bersama seluruh lapisan masyarakat.**

Leave a Reply