Madinah, Siletperistwa.com – Sebanyak 257 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Siak dilaporkan dalam kondisi sehat selama berada di Arab Saudi. Meski demikian, cuaca panas dan kering di Madinah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia).
“Cuaca di sini cukup panas dan kering, suhu pada siang hari mencapai 42 derajat Celcius. Namun sejauh ini kondisi jemaah stabil dan tidak ada yang dirawat,” ujar Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Siak, dr. Atika Rifiani, saat dihubungi dari Arab Saudi, Selasa (12/5/2026).
Menurut Atika, perbedaan iklim antara Indonesia yang tropis, hangat, dan lembap dengan Arab Saudi yang panas serta kering membuat sebagian jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan.
“Beberapa jemaah mengalami kulit kering, gatal-gatal, bibir pecah-pecah, batuk, tenggorokan kering, hidung terasa kering, hingga badan meriang,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, tim kesehatan kloter bersama petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan klinik sektor di Arab Saudi terus melakukan pemantauan serta pendampingan intensif, khususnya bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Jemaah lansia lebih mudah lelah dan terkadang lupa minum obat. Karena itu kami terus mengingatkan mereka agar rutin minum obat, memperbanyak konsumsi air putih, dan menjaga kondisi tubuh,” terang Tika.
Di sela rangkaian ibadah, para jemaah juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan ziarah di Madinah, seperti mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, kebun kurma, beberapa masjid bersejarah di sekitar Madinah, hingga Museum Biografi Rasulullah.
Selain itu, para jemaah juga telah mendapatkan kesempatan memasuki Raudhah, baik secara mandiri melalui aplikasi Nusuk maupun secara kolektif bagi jemaah yang mengalami kendala penggunaan aplikasi.
“Saat ini jemaah haji tengah bersiap melanjutkan perjalanan menuju Kota Makkah untuk menjalani rangkaian ibadah haji berikutnya,” pungkasnya.**
(Dep/MC Siak)

Leave a Reply