Siletperistiwa.com, Bangkinang – Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Pasar Rumbio–Pulau Payung yang telah terbengkalai selama tujuh tahun. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar saat menerima audiensi Tim Percepatan Pembangunan Kenegerian Rumbio, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Misharti serta Sekretaris Daerah M. Ardi Mardiansyah. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan proyek strategis tersebut.
“Keinginan bapak dan ibu semua sejalan dengan komitmen kami untuk melanjutkan pembangunan jembatan ini. Proposalnya sudah kami siapkan untuk diteruskan ke Kementerian PUPR. Ini sudah menjadi komitmen kami, apalagi Rumbio juga memiliki kedekatan historis bagi kami sejak awal bertugas sebagai camat di Rumbio Jaya,” ujar Bupati, didampingi Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Kominfo Kampar.
Sebelumnya, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kenegerian Rumbio, Datuk Kampar Munasir Maadab, bersama jajaran penasehat dan tokoh adat, menyampaikan keresahan masyarakat atas mangkraknya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan.
Ia hadir bersama Prof. Munzir Hitami, Prof. Mashadi, Datuok Godang Pucuk Adat Kenegerian Rumbio Edi Susanto, serta sejumlah tokoh lainnya, termasuk legislator asal Rumbio, Zulpan Azmi, dan anggota tim lainnya.
“Persoalan jembatan ini sudah lama menjadi pembicaraan di tengah masyarakat. Puncaknya usai Lebaran kemarin kami berkumpul dan sepakat membentuk tim ini untuk memperjuangkan kelanjutannya,” ujar Datuk Kampar Sri Maharaja Sri Wangsa tersebut.
Ketua Harian Tim, Bustami HY, menegaskan bahwa kelanjutan pembangunan jembatan sudah sangat mendesak dan menjadi harapan masyarakat di 12 desa di Kenegerian Rumbio. Menurutnya, proyek tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi simbol kegagalan pembangunan.
“Apakah ini akan kita biarkan menjadi monumen kegagalan? Tentu tidak. Karena itu kami ingin duduk bersama agar pembangunan ini benar-benar dilanjutkan,” ujarnya.
Sementara itu, Tokoh Adat Kenegerian Rumbio, Edi Susanto, memaparkan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki nilai historis dan berkaitan dengan wilayah ulayat Pasar Rumbio. Ia menyebut masyarakat telah merelakan sejumlah area penting, termasuk kawasan masjid tua di tepi sungai, demi pembangunan jembatan tersebut.
“Namun hingga kini tiang pancang jembatan belum jelas kelanjutannya,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Tim Muaslam menilai pembangunan jembatan ini telah menjadi aspirasi yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Setiap hari hal ini menjadi bahan pembicaraan di warung kopi. Kami berharap ini menjadi prioritas, karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” katanya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kampar, Zulpan Azmi, yang menyatakan kesiapan pihak legislatif untuk mengawal dan mendukung penganggaran pembangunan jembatan tersebut, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami siap mendukung melalui penganggaran, termasuk berkoordinasi dengan DPRD Provinsi. Ini akan menjadi legacy penting bagi daerah dan masyarakat Rumbio,” pungkasnya.**

Leave a Reply