Tangis dan Kompang Iringi Kepulangan Jemaah Haji Selatpanjang Timur dari Tanah Suci

Prosesi tepung tawar menyambut kepulangan Hj Fatimah binti Tuamin dan putranya, H. Bobby Fahriza bin Zahari, usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Selasa (9/6/2025).(SP/M. Isa).

Selatpanjang, Siletperistiwa.com Penjemputan jemaah haji Selatpanjang Timur berubah menjadi lautan haru di Pelabuhan Tanjung Harapan. Selasa (9/6/2026). Tangis bahagia, pelukan hangat, dan iringan kompang mengiringi kepulangan para tamu Allah yang baru menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Sejak siang hari, keluarga dan kerabat telah memadati area pelabuhan untuk menyambut kedatangan jemaah. Momen penuh emosi itu terjadi setelah para jemaah mengikuti serangkaian agenda penyambutan yang digelar pemerintah daerah bersama Kementerian Agama.

Di antara jemaah yang disambut, terdapat Hj Fatimah binti Tuamin bersama putranya, H. Bobby Fahriza bin Zahari, warga Selatpanjang Timur. Keduanya mendapat sambutan istimewa saat perjalanan menuju rumah dengan iringan kompang dari Masjid Al-Mujahidin.

Setibanya di kediaman keluarga, Hj Fatimah dan H. Bobby Fahriza disambut ratusan sanak saudara, sahabat, dan warga setempat. Keluarga besar almarhum Zahari juga menyiapkan acara syukuran sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kelancaran ibadah haji yang telah dijalani.

Acara makan bersama digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar seluruh amal ibadah selama di Tanah Suci diterima Allah SWT dan menjadikan para jemaah memperoleh predikat haji mabrur.

Suasana religius semakin terasa ketika lantunan kasidah dan sholawat menghibur para tamu yang hadir. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Hj Fatimah menyampaikan rasa syukur dan harunya setelah kembali dari Tanah Suci.

“Alhamdulillah, doa-doa kami di depan Ka’bah sudah sampai. Terima kasih untuk semua yang mendoakan. Rasanya seperti lahir kembali. Semoga Allah memanggil Bapak, Ibu, saudara semua untuk jadi tamu-Nya juga.”

Sementara itu, H. Bobby Fahriza mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama menjalankan ibadah haji.

“Berhaji itu bukan akhir, tapi awal untuk jadi pribadi yang lebih baik. Di sana kami belajar sabar, ikhlas, dan menghargai sesama.”

Rangkaian penyambutan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Khaidir, menandai berakhirnya momen penuh syukur dan kebahagiaan keluarga besar dalam menyambut kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci.**(M. Isa Emiy).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*