800 Lebih Sekolah di Bawah Naungan Pemkab Siak, 121 Diusulkan Revitalisasi 2026

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romi Lesmana, M.Si., saat ditemui media di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026).(SP/Zulfahmi).

Siletperistiwa.com, Siak – Kebutuhan memperbaiki sarana pendidikan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Siak. Tahun 2026, sebanyak 121 sekolah mengajukan revitalisasi bangunan kepada pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan kondisi kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Pengajuan tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jumlah itu menjadi bagian dari lebih dari 800 sekolah negeri maupun swasta yang berada dalam lingkup pendidikan Kabupaten Siak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romi Lesmana, membenarkan jumlah pengajuan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026). Menurut dia, pemerintah daerah berharap tidak seluruh usulan berhenti pada tahap administrasi.

“Dari jumlah sekolah yang ada, tahun 2026 sebanyak 121 sekolah mengajukan revitalisasi bangunan, baik yang kondisinya rusak berat, sedang maupun ringan,” ujar Romi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Siak menargetkan sedikitnya 80 sekolah dapat memperoleh program revitalisasi pada tahun ini. Sementara hampir 40 sekolah lainnya diharapkan dapat masuk dalam program pada tahun berikutnya.

Romi mengungkapkan, proses pengajuan revitalisasi juga menemukan persoalan pada kesesuaian data kondisi bangunan yang sebelumnya disampaikan sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Setelah dilakukan pemeriksaan langsung, terdapat kondisi fisik sejumlah bangunan yang ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan data yang tercatat.

“Kadang data yang diberikan melalui Dapodik tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mungkin ada pertimbangan untuk menjaga atau mempertahankan akreditasi sekolah. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, baru terlihat kondisi bangunan yang sebenarnya,” jelasnya.

Persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pengusulan bantuan. Untuk memperlancar tahapan tersebut, Dinas Pendidikan Siak membantu sekolah melengkapi administrasi yang diperlukan.

Romi menjelaskan, program revitalisasi melalui DAK memiliki mekanisme penyaluran dana dari pemerintah pusat langsung kepada sekolah penerima. Selanjutnya, pekerjaan yang telah diajukan dan disetujui dilaksanakan oleh pihak sekolah sesuai ketentuan program.

“Harapannya dari 121 sekolah yang mengajukan revitalisasi tersebut bisa direalisasikan. Minimal 80 sekolah tahun ini, sementara sisanya kita upayakan pada tahun berikutnya,” katanya.

Kebutuhan anggaran setiap sekolah tidak sama. Revitalisasi pada PAUD dan TK umumnya membutuhkan dana ratusan juta rupiah, sedangkan kebutuhan pada jenjang SD dan SMP relatif lebih besar karena jumlah peserta didik serta ruang yang harus ditangani juga lebih banyak.

“Kalau PAUD dan TK anggarannya berkisar ratusan juta. Yang relatif lebih besar SD dan SMP karena jumlah siswanya banyak dan bangunan atau ruangannya juga lebih banyak,” tutup Romi.**

Laporan; Zulfahmi,.S.Pdi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*