PEKANBARU, Siletperistiwa.com – Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kota Pekanbaru mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang kembali memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Senin (31/8/2026), setelah sebelumnya pembelajaran dilakukan secara daring akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ketua GWI Kota Pekanbaru, Kend Zai, menilai keputusan tersebut menunjukkan respons pemerintah yang cepat dan terukur dalam menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan kondisi kualitas udara yang terus dipantau.
Menurutnya, kebijakan Pemko Pekanbaru yang sebelumnya menerapkan pembelajaran daring saat kualitas udara memburuk dan kini mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka ketika kondisi udara membaik merupakan bentuk perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik.
“Kami mengapresiasi langkah Pemko Pekanbaru yang mengambil keputusan berdasarkan kondisi riil di lapangan dan hasil pemantauan kualitas udara. Ini menunjukkan pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujar Kend Zai, Minggu (30/8/2026).
Ia mengatakan, keputusan mengembalikan aktivitas belajar di sekolah menjadi kabar baik bagi siswa, guru, maupun orang tua. Pasalnya, proses pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif dalam meningkatkan interaksi dan kualitas pendidikan dibandingkan pembelajaran jarak jauh.
Meski demikian, Kend Zai mengingatkan agar seluruh sekolah tetap menjalankan langkah-langkah antisipatif sesuai arahan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, terutama dalam membatasi aktivitas di luar ruangan dan memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik.
“Kondisi udara memang sudah membaik, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Sekolah perlu memastikan lingkungan belajar tetap aman dan sehat bagi siswa,” katanya.
GWI juga mendukung kebijakan Dinas Pendidikan yang memberikan fleksibilitas bagi peserta didik yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau mengalami gangguan kesehatan untuk tetap belajar dari rumah setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Selain itu, Kend Zai berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya pencegahan Karhutla agar kualitas udara di Pekanbaru tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
“Kita tentu berharap kondisi ini terus membaik. Pencegahan Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu kabut asap,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh setelah kualitas udara menunjukkan perbaikan dan berada pada kategori sedang berdasarkan hasil pemantauan BMKG.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/25/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru yang berlaku bagi satuan pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat.
Meski kegiatan belajar kembali normal, sekolah tetap diminta membatasi aktivitas fisik di luar ruangan dan mengutamakan kesehatan peserta didik sebagai langkah antisipasi apabila kondisi udara kembali berubah.

Leave a Reply