Reses Tekad Indra Pradana Abidin di Perhentian Marpoyan, Warga Keluhkan Alih Fungsi Anak Sungai Sebabkan Banjir

PEKANBARU, Siletperistiwa.com –  Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng, menyerap berbagai aspirasi dan keluhan warga dalam kegiatan reses kesatu tahun sidang 2025/2026.

Persoalan banjir menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan warga kepada Tekad Indra Pradana Abidin saat turun reses di Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (10/11/2025).

Penyebab banjir di beberapa titik Kecamatan Marpoyan Damai tersebut karena adanya perubahan fungsi anak sungai dan penyempitan saluran air.

“Dari beberapa titik di Kecamatan Marpoyan Damai, banyak masyarakat mengeluhkan perubahan fungsi dari anak-anak sungai. Ini salah satu menyebabkan banjir di beberapa titik, terutama di Kelurahan Tangkerang Tengah, Kelurahan Wonorejo, Kelurahan Perhentian Marpoyan, dan Kelurahan Sidomulyo Timur,” jelas Tekad.

Tekad mengaku, akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Pekanbaru serta Satpol PP untuk mengecek dan menyusuri anak Sungai Kelulut, yang hulunya berada di kawasan SMPN 21 hingga Perumahan Sidomulyo.

“Tolong dicek apakah benar anak sungai tersebut sudah berubah fungsi, ada bangunan di atasnya, atau bahkan sudah menyempit. Kami juga mendapat informasi bahwa ada bagian anak sungai yang kini berada di dalam salah satu institusi pendidikan. Ini perlu ditelusuri dasar hukumnya, agar tidak merugikan masyarakat lebih banyak,” tegasnya.

Politisi muda ini juga menyoroti kondisi anak Sungai Sail yang melintasi Kelurahan Tangkerang Tengah dan Wonorejo. Dimana, sedimen aliran sungai tersebut sudah sangat tebal sehingga menghambat aliran air.

“Kami minta pihak terkait segera melakukan pengerukan, karena banjir ini menjadi salah satu prioritas dari Pak Walikota juga. Warga juga sudah sepakat untuk menyediakan tempat pembuangan sedimen hasil pengerukan,” sebutnya.

Ia menambahkan banyak parit-parit di sejumlah ruas seperti Jalan Kereta Api dan Jalan Merak telah berubah fungsi dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ini catatan bagi Dinas PUPR dan Satpol PP agar menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan. Jangan sampai gara-gara ulah oknum pribadi menyebabkan banjir yang merugikan masyarakat banyak. Parit dan anak sungai adalah infrastruktur penting yang harus dijaga bersama,” tutup Tekad. (Galeri)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*