Diduga 2 Oknum Modus Penipuan Mengatasnamakan Karyawan PT TBIG 

Ket. : dua oknum yg diduga mendatangi dirumah warga mengaku karyawan bagian survei dari PT. TBIG (Tower Bersama Infrastruktur Group). (FA/Firman)

BUKIT BATU | Siletperistiwa.com – Diduga dua oknum yang mengaku petugas dari perusahaan yang bergerak dibidang infrastruktur pembangunan tower menara Telekomunikasi.

Hal ini diakui oleh warga yang kebetulan wartawan yang nyaris menjadi korban, pria yang akrab dipanggil Zul menyampaikan, Rabu (14/1/2025) kepada tim media ini, menurutnya pada tanggal 5 Januari 2026 lalu dirinya saat berada di rumah Desa Bukit Batu Dusun Parit Rodi, didatangi oleh seseorang yang mengaku bernama Wahyu bagian survei yang menanyakan apakah lahan dibelakang rumah tersebut miliknya dan si oknum yang mengaku dari PT. TBIG memperkenalkan diri dan maksud tujuan kedatangannya bahwa dilahan tersebut ditemukan titik koordinat (signal) kuat untuk dibangun tower oleh PT. TBIG.

Pembicaraan tersebut disambut Zul penuh kehati – hatian kerena modus saat ini banyak penipuan, namun Wahyu yang mengaku hanya bagian survei akan datang pada hari yg sama pukul 17.00 WIB bersama pimpinannya (managernya) untuk pembicaraan yang lebih serius dan matang.

Setelah tepat waktu yang dijanjikan pada pukul 17.00 WIB yang bersangkutan datang bertiga dan yang turun hanya bedua karena yang satu supir yang bersangkutan, lalu saya selaku tuan rumah tutur Zul mempersilakan yang bersangkutan masuk dan dilayani sebagai tamu, memang oknum tersebut sopan dan rapi pakaiannya dan menggunakan ID Card dari PT. Tower (PT. TBIG), setelah yang bersangkutan mengenalkan diri bernama M. Raden Arya, ST. MT manajer lapangan (Survei) menyampaikan niat maupun maksud kedatangannya, dan jika deal perundingan besok tanggal 6 Januari 2026 akan datang kembali minta kepastian dengan saya, tutur Zul.

Mendapat hal semacam ini saya bersama keluarga tentu merasa senang jika itu benar, namun dan penuh kehatian juga jangan sampai ketipu, dan saya menyampaikan ke sekdes kebetulan abang ipar dari orang rumah dan juga seorang sekdes bukit batu.

keesokan hari tepat tanggal 6 Januari 2026 pukul 12.00 WIB dua oknum tersebut kembali datang dan minta kepastian sekaligus foto Copi KK, KTP (foto Copi) dan pasfoto 3x 4, saya langsung memanggil Sekretaris Desa (sekdes) kebetulan Abang ipar istri, namun yang bersangkutan (si oknum) melarang, nanti saja pak nanti juga kami akan ke desa, namun Zul menjelaskan yang bersangkutan abang ipar saya dan juga Sekdes jadi harus juga saya libatkan, dan si oknum setuju dan tidak bisa berbuat banyak.

”Setelah sekdes datang memperkenalkan diri dan yang bersangkutan juga memperkenalkan diri dan perawakan keduanya cukup tenang sehingga kami percaya bahwa benar karyawan PT. TBIG, namun kami tetap berhati – hati karena tidak mungkin satu dusun ada dua titik pembangunan, dan kebetulan titik yang satunya masih keluarga kami, “tutur Zul dan sekdes.

“Menurut oknum yang mengaku petugas M. Raden Arya dengan dalihnya menjelaskan memang anggota saya kemaren mengambil titik koordinat dua titik, tapi itu hanya survei belum dipastikan dimana bakal jadi dibangun ,dan saya akan kesana membatalkan titik yang dimaksud, ”katanya.

Dan yang oknum yang bersangkutan sebelum pulang sempat kerumah warga titik yang satu lagi membatalkan survei dan pembangunan tersebut, karena menurut oknum ditempat saya lebih besar koordinat signalnya, dan hal ini keluarga yang disurvei titik dirumah menelpon saya ,tadi ada oknum tersebut datang membatalkan, tutur bik yah kepada saya Zul menceritakan.

”Setelah oknum petugas yang mengaku dari PT. TBIG itu pulang mereka mengirimkan Draf kontrak disalah satu aplikasi yang dikirimnya kepada saya, dan itu saya pdf kan dan saya print untuk dipelajari, karena menurut sang oknum bapak pelajari dulu draf nya mana yang kurang berkenan bapak kasi tau, dan setelah saya print rangkap dua, “tutur Zul saya ketempat abng ipar sekdes mengasikan print yang satu untuk dipelajari dan yang satu lagi sama saya, setelah saya baca ada point di pembayaran sewa lahan dilakukan dua kali pembayaran ,dan saya tidak setuju saya hubungi yang bersangkutan, namun si oknum menjawab nanti pada draf kontrak saya rubah pak, katanya dan ini bisa saya ajukan ke perusahaan ? Katanya, namun saya tetap waspada jangan sampai ketipu uang, kata Zul.

Hari berikutnya siokum yang mengaku maneger mengatakan bahwa usulan diterima dan menunggu langkah petunjuk selanjutnya , disinilah modus jual madu dimainkan oleh oknum yang bernama M.Raden Arya ST.MT , karena awalnya dia pernah cerita bahwa disamping kerja di PT Tower ( TBIG) istri ada usaha kerjasama dengan PT.Sidomuncul terkait suplair madu ,namun madu haruslah yang super kwalitas bagus baik madu lebah liar dan kelulut liar .

Bisnis madunya dimulai dimainkan tiba – tiba bertubi orang penjual madu yang tidak saya kenal menawarkan kesaya terkait madu lebah dan madu kelulut ,harga jual madu kelulut per kilo Rp.550 ribu rupiah dan stok pun banyak saat ini ada 90 Kg ( Kalau diuangkan Rp.45 juta ) dimana mau saya cari uang ” kata Zul ”

saya yang sudah curiga dengan gelagat oknum yang bersangkutan tetap waspada karena memang selama ini profesi saya wartawan tak tau bisnis madu , kalau masaalah uang tunggu pembeli mengirim uang baru saya ambil ,namun berbagai rayuan sipenjual madu kelulut terus merayu agar saya mengirim dana Rp .20 juta untuk DP bahkan akhir minta Rp 5 juta dulu , supaya madu kelulut yang ada padanya tetap dia tahan dan tidak dijualkan keorang lain , namun saya tetap punya prinsip tidak ada uang dan tidak akan memberi DP karena memang tidak ada uang , kalau mau bersabar tunggu saja pembeli datang yang bernama M.Raden Arya ST.MT ” kata Zul kalau saya tidak ada uang dan tidak ada uang yang dititipkan pembeli kepada saya ” sebut Zul ”

hal ini sempat saya sampaikan ke Raden Arya melalui telpon bahwa pemilik madu minta DP dan saya tidak punya uang , namun anehnya kecurugaan semakin kuat bahwa ini penipuan , karena yang bersangkutan M.Raden Arya minta juga madu kelulut tersebut saya ambil Carikan uang untuk DP kasikan ke penjual ,namun saya tidak punya uang tetap tidak mau mengirim uang DP kepenjual , disanalah seakan M.Raden Arya ST,MT terlihat kesal dan akhirnya dia minta dikirim nomor wa penjual madu ” kata Zul ” saya kirimkan tapi saya katakan bahwa saya tidak kenal dengan penjual madu dan tidak tau dimana mereka tinggal jika terjadi penipuan kedirinya saya tidak bertanggung jawab ” ujar Zul menyampaikan.

Sejak itulah si penjual madu baik madu kelulut maupun sipenjual madu lebah hp WA nya tak aktif ,tidak pernah lagi berurusan dengan saya dan tidak pernah menelpon saya bahkan nomor WA saya pun sudah di blokir oleh si penjual madu tersebut ” tutur Zul ” tapi biarlah dia langsung berurusan dengan sipembeli langsung ” kenang Zul ”

Namun ada madu lebah yang diminta saya beli oleh M.Raden Arya yang pertama ada 12 kg ,dan waktu ketika yang bersangkutan datang saya minta uangnya ,Alhamdulillah dikasi oleh yang bersangkutan uang madu 12 kg , dapatlah saya untung sedikit ” kenang Zul ” namun selanjutnya M.Raden Arya minta cari yang lebih banyak 200 kg dia sanggup membelinya , dan sipenjual madu lebah bernama ayu ngotot mengantar madunya magrib – magrib 22,5 Kg , namun saya minta potong jerigen akhirnya dihitung 21 Kg ” kisah Zul ”

Setelah madu yang 21 kg ada rumah saya minta ke Raden Arya agar uang dikirim karena saya memakai uang belanja kedai orang rumah ,akhirnya setelah bersusah payah di transferlah sebesar Rp.1 juta , dan saya masalah tower ini juga bertanya alasan M.Raden Arya dirinya masih sibuk belum sempat datang , karena masih disorek ada pembayaran pembangunan tower kepemilik lahan ,dan juga ada pekerjaan di talukkuantan ada beberapa titik pembangunan dan mengurus perizinan disana dulu , dan mengenai ketempat bapak biarlah saya selesaikan dulu pemetaannya dikantor dan kita atur waktu luang saya jumpa dengan kepala desa katanya , dan saya akan datang ketempat bapak nanti mengecek lahan dan jalan yang diperuntukkan harus 4 meter ya pak ” katanya “kepada saya ” tutur Zul ”

Sementara itu saya masih berharap pembangunan tower tetap jadi kasian masyarakat yang sulit jaringan selama ini , dan disamping itu saya sudah punya rencana jika pembangunan tersebut jadi , saya akan sedekahkan untuk anak yatim piatu ,masjid ,majlis taklim , pemuda dan warga sekeliling rumah , makanya saya tidak pernah mengasar oknum yang bersangkutan,dan tetap berhati – hati dan ini saya pesankan kepada anak istri ” kata Zul jangan mengasikan uang kepada oknum yang bersangkutan , dan jika mereka datang madu mereka ambil harus lunasi yang 21 kg tersebut sisanya , kalau yang 12 kg sudah lunas silakan bawa.

Selanjutnya hari ini saya firasat sebagai wartawan tidak hilang , dan terus mencari tau siapa oknum yang bernama Wahyu ST.MT dan M.Raden Arya ST.MT ,baik melalui situs resmi PT.TBIG Jakarta maupun PT.TBIG cabang pekan baru ,setelah nomor telpon kantor cabang pekan baru saya dapat , saya langsung hubungi kemagemen ternyata nama oknum yang bersangkutan bukan karyawan perusahaannya dan kasus seperti ini banyak yang sudah menjadi korban ” tutur seorang manejemen yang mengaku bernama Bambang , setelah media ini berkoordinasi panjang lebar Bambang mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan dan bersyukur kebetulan bapak juga warga dan juga wartawan tidak sampai ketipu ” katanya ”

Mengenai harapan bapak dan harapan masyarakat agar ada pembangunan tower ditempat bapak akan saya sampaikan ke pimpinan , apalagi memang disana jaringan susah dan tidak pernah ada pembangunan tower jaringan , saya ucapkan terima kasih dan kita teruslah berkoordinasi ” katanya ” dan bambang juga minta dikirim foto oknum yang bersangkutan supaya bisa di share digroup kantornya agar bisa di wanti – wanti supaya masyarakat tidak ketipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab , begitu juga media ini sekali Gus hampir menjadi korban berharap adanya klarifikasi resmi dari kantor PT Tower cabang pekan baru supaya masyarakat banyak jangan sampai ketipu ” harap Zul yang kebetulan hampir korban ”

Sementara itu terkait hal tersebut kata Zul pernah hal ini saya sampaikan ke adik sepupunya yang kebetulan bertugas di Polda yang bernama Rafean , saya minta pendapat dan mencari tau siapa yang sebenarnya dua oknum yang mengaku dari perusahaan PT.TBIG ini , yang bersangkutan kepada saya tetap hati – hati dan ikuti dulu perkembangannya apakah oknum tersebut benar dari perusahaan pembangunan PT.TBIG , kalau benar ada lahan saya yang disewa untuk pembangunan tower Alhamdulillah mana tau benar dan rezeki kamu dan anak istri ” tapi tetap berhati – hati ” saran keluarga saya tersebut ” kenang Zul ”

Memang secara financial atau uang saya tidak ada dirugikan , tapi tenaga dan dan waktu juga kasian juga dengan anak istri yang saat itu begitu gembira dan senang juga punya niat baik ,rasanya sedih juga dan kecewa juga ,tapi untung saja syukuri kita tidak ketipu financial atau uang ” kisah Zul kepada media ini .

Karena saking ingin taunya saya kata Zul ,sempat saya mendatangi disalah satu rumah warga di Kampong tuasai karena pas mau kerja saya mampir ,minta pengalamannya saat sebelum tower dibangun dilahannya belakang rumah ,bagaimana awalnya mereka tim datang , yang anehnya tidak jauh bedanya cerita ibu tersebut dengan kejadian yang saya alami , jadi saya sepertinya waktu itu yakin , begitulah liainya si oknum menjalankan modusnya ,namun saya tetap terus waspada jangan sampai ketipu uang dan sertifikat tanah asli , namun yang kesalnya foto Copi ktp ,KK dan pasfoto sudah terlanjur sama Kasikan waktu itu ,karena alasan mereka menyampaikan atau mengajukan data ke kantor pusat ,itulah sebabnya saya mengasikan data tersebut ” tutur Zul.

Laporan : Tim

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*